Kisah Nabi Abraham diuji Elohimnya
(Kitab Kejadian 22:1-18)
“Setelah semuanya itu Elohim mencoba Abraham.
Ia berfirman kepadanya: “Abraham,” lalu sahutnya: “Ya, Tuhan.”
Firman-Nya: “Ambillah anakmu yang tunggal itu (1), yang engkau kasihi, yakni Ishak (2), pergilah ke tanah Moria dan persembahkanlah dia di sana sebagai korban bakaran pada salah satu gunung yang akan Kukatakan kepadamu.”
Keesokan harinya pagi-pagi bangunlah Abraham, ia memasang pelana keledainya dan memanggil dua orang bujangnya beserta Ishak (2), anaknya; ia membelah juga kayu untuk korban bakaran itu, lalu berangkatlah ia ….
Lalu Abraham mengambil kayu untuk korban bakaran itu dan memikulkannya ke atas bahu Ishak (2), anaknya, sedang di tangannya dibawanya api dan pisau. Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Lalu berkatalah Ishak (2) kepada Abraham, ayahnya: “Bapa.” Sahut Abraham: “Ya, anakku.”
Bertanyalah ia:
“Di sini sudah ada api dan kayu, tetapi di manakah anak domba untuk korban bakaran itu?” Sahut Abraham: “Elohim yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku.”
Demikianlah keduanya berjalan bersama-sama. Sampailah mereka ke tempat yang dikatakan Elohim kepadanya. Lalu Abraham mendirikan mezbah di situ, disusunnyalah kayu, diikatnya Ishak 2, anaknya itu, dan diletakkannya di mezbah itu, di atas kayu api.
Sesudah itu Abraham mengulurkan tangannya, lalu mengambil pisau untuk menyembelih anaknya. Tetapi berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepadanya: “Abraham, Abraham.” Sahutnya: “Ya, Tuhan.”
Lalu Ia berfirman: “Jangan bunuh anak itu dan jangan kauapa-apakan dia, sebab telah Kuketahui sekarang, bahwa engkau takut akan Elohim, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal (1) kepada-Ku.”
Lalu Abraham menoleh dan melihat seekor domba jantan di belakangnya, yang tanduknya tersangkut dalam belukar. Abraham mengambil domba itu, lalu mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya. Dan Abraham menamai tempat itu: “TUHAN menyediakan“;
sebab itu sampai sekarang dikatakan orang: “Di atas gunung TUHAN, akan disediakan.”
Untuk kedua kalinya berserulah Malaikat TUHAN dari langit kepada Abraham, kata-Nya: “Aku bersumpah demi diri-Ku sendiri –demikianlah firman TUHAN—“Karena engkau telah berbuat demikian, dan engkau tidak segan-segan untuk menyerahkan anakmu yang tunggal (1) kepada-Ku, maka Aku akan memberkati engkau berlimpah-limpah dan membuat keturunanmu sangat banyak seperti bintang di langit dan seperti pasir di tepi laut, dan keturunanmu itu akan menduduki kota-kota musuhnya. Oleh keturunanmulah semua bangsa di bumi akan mendapat berkat, karena engkau mendengarkan firman-Ku.”
CATATAN PENTING:
Ada kalimat dan butir-butir penting yang dicatatkan disini, demi memperlihatkan otentiknya kisah pengorbanan Abraham terhadap anaknya. Banyak orang bertanya: Apa makna kisah aneh ini? Siapakah sang anak yang hendak dukorbankan itu?
Dari mulut Tuhan sendiri terpanggil sebanyak 3x sebutan anak Abraham dengan istilah “anak tunggal”. Tuhan menekankan ini berulang, agar Abraham menyama-kan persepsinya dengan Tuhan tentang siapa yang Tuhan anggap sebagai anak pilihanNya satu-satunya.
Jadi siapa sang “anak tunggal Abraham” yang Tuhan minta untuk dikurbankan itu? Dan Tuhan sendiri pula yang menjelaskannya dengan berkata, “Ambillah anakmu yang tunggal itu, yang engkau kasihi, yakni Ishak…”!
Tidak ada kekaburan atau kekeliruan, bukan? Dan seterusnya dalam pasal tersebut nama Ishak terus disebut dengan konsisten sebanyak 4x lagi!
Sekalipun demikian ada banyak teman Muslim yang lebih mau percaya bahwa Ismail-lah yang akan disembelih itu. Alasannya semata karena Tuhan telah terlanjur menyebutkannya sebagai “anak tunggal “, dan Ishak tidak pernah bisa jadi anak tunggal jikalau ia mempunyai Ismail sebagai abangnya! Dengan perkataan lain, Muslim hanya mau melihat istilah “anak tunggal” tetapi membutakan mata dan telinga terhadap nama ISHAK yang Tuhan sebut secara tegas sebagai penjelasan atas makna “anak tunggal” yang Dia maksudkan. Padahal ini sudah Tuhan jelaskan sebelumnya, lihat Kitab Kejadian pasal 17.
Disitu Tuhan sudah menolak Abraham yang mau menobatkan Ismael sebagai “anak tunggal” sebelum Ishak benar-benar muncul. Abraham mencoba menawarkan usulannya kepada Elohim, “Ah, sekiranya Ismael diperkenankan hidup di hadapan-Mu!” Tetapi Elohim menolak tegas:
“Tidak, melainkan isterimu Sara lah yang akan melahirkan anak laki-laki bagimu, dan engkau akan menamai dia Ishak, dan Aku akan mengadakan perjanjian-Ku dengan dia (Ishak) menjadi perjanjian yang kekal untuk keturunannya” (Kej.17:18-19).
Jadi jelas TIDAK ada yang lain dimata Tuhan, hanya Ishak dari rahim Sara lah yang boleh menjadi anak- perjanjianNya yang kekal, satu-satunya, TUNGGAL, tidak dipersekutukan dengan anak kedagingan lainnya! Ishak ditandai sebagai anak mukjizat Tuhan, dan juga sebagai anak dari Ibu bangsa-bangsa (Kej.17:16), yang menurunkan para nabi-nabi Elohim seterusnya. Ini berlainan dengan Ismail yang tidak merupakan anak mukjizat apapun, tidak ditandai dengan apapun, tidak diajak Tuhan untuk berbicara sekalipun, dan bahkan di Quran-pun bukan termasuk keturunan kenabian dan Kitab (QS.29:27).
Apa makna Kisah yang sekilas tampak sangat aneh, karena Tuhan kok sampai memerintahkan nabiNya membunuh anak sendiri? Tak masuk akal, bukan? Inilah yang lagi-lagi banyak disalah-pahami orang luar. Dikira hanya semacam ujian iman bagi nabi Ibrahmm, lulus-testing, lalu diadakan perayaan kemenangan iman dengan membagi-bagi daging kurban kepada fakir-miskin (dalam upacara Hari Raya Haji). BUKAN ITU! JAUH LEBIH BESAR MAKNANYA!
Ini adalah awal dari satu penyingkapan besar tentang SALVATION PLAN TUHAN
(rancangan penyelamatanNya kembali) kepada umat manusia yang semuanya telah berdosa sejak kejatuhan Adam dalam dosa (di Taman Eden). Sejak itulah umat manusia tervonis hukuman mati (masuk neraka). Tuhan berkata kepada Adam: “…janganlah kaumakan buahnya, sebab pada hari engkau memakannya, pastilah engkau mati.” (Kej.2:17).
Akibat dosa adalah maut/ mati /neraka.
Baca Kitab Roma 6:23, dan baca Quran Surat 19:71. Semua orang masuk neraka karena dosanya, dan mereka perlu diselamatkan.
Tapi ingat, ada Hukum Tuhan berlaku di Taurat maupun di Quran:
Gigi ganti gigi, mata ganti mata, nyawa ganti nyawa (QS.5:45).
Maka nyawa manusia (yang tervonis mati itu) hanya bisa dibebaskan (jadi hidup lagi) bila digantikan oleh nyawanya Sosok Penebus, Sang Kurban, yang Tuhan sediakan!
Nah! Disinilah Abraham tanpa sadar telah bernubuat dengan tepatnya dibawah bimbingan roh Tuhan. Ia berkata (dalam ayat 8): “Elohim yang akan menyediakan anak domba untuk kurban bakaran bagi-Nya… “.
Dan benarlah, selanjutnya terjadi bahwa Abraham mengambil domba yang tersedia dari “langit”, lalu “mengorbankannya sebagai korban bakaran pengganti anaknya” (ayat 13). Kini kita mulai jelas melihat simbolisasi Tuhan dalam kisah penebusan kematian anak Abraham, yang tadinya terasa sangat aneh:
Anak manusia (dilambangkan Ishak) harus mati. Tapi ia DITEBUS oleh Anak Domba (sebagai kurban bakaran) sehingga anak manusia bisa selamat (tidak keneraka). Sang Kurban disediakan Tuhan sendiri untuk menebus nyawa anak manusia yang seharusnya MATI (masuk neraka, karena dosa). Dan kisah “aneh” inilah yang kelak menunjuk kepada YESUS MESIAS sebagai Anak Domba (kurban) yang datang menebus dosa kematian umat manusia. Persis seperti yang dirujukkan berturut-turut oleh Quran dan nabi Yohanes (Yahya), dengan lafal dan gaya yang berbeda namun maksudnya sama:
Quran Surat.37:107,
وَفَدَيْنَاهُبِذِبْحٍعَظِيمٍ
“Wa fa dainaahu bi dzibhin ‘AZHIIM”
“Dan Kami tebus anak itu dengan kurban yang BESAR”
Terjemahan Depag dengan tambahan kata “seekor” menjadi “seekor sembelihan yang besar” telah mencoba menggiring pembaca kepada sosok binatangnya yang tambun (fisik besar). Namun makna berita ini sejatinya adalah sebuah tamsilan yang ditujukan kepada sosok Kurban yang ‘AZHIIM, AGUNG, GREATNESS, yang tak ada kaitannya dengan fisikal, melainkan symbol SIFAT yang melekat pada sang Kurban itu sendiri, sehingga terambil dari salah satu nama Allah sendiri, yaitu Al ’Azhim, Yang Maha Agung!
Binatang apakah yang bisa seagung sebegitu, selain ANAK DOMBA ELOHIM, MESIAS yang telah ditamsilkan oleh nabi Yohanes (Yahya) sebagai Sang Kurban yang menebus kematian (dosa) umat manusia:
Kitab Injil Yohanes 1:29:
“Lihatlah Anak Domba Elohim, yang menghapus dosa dunia”
Ya, itulah intisari kisah Abraham yang sungguh tidak ada kaitannya dengan urusan fisik dan perayaan penyembelihan kurban-fisik untuk dibagi-bagikan kepada kaum dhuafa. Kisah Abraham ini adalah penggambaran Tuhan akan SALVATION PLAN
— janji dan rancangan penyelamatanNya yang paling besar– bahwa satu Penebus, Yesus Mesias, akan dianugerahkan Tuhan sebagai Kurban Penyaliban bagi umat manusia berdosa, demi penyelamatannya dari kematian kekal dineraka.
Itulah INJIL, Kabar Baik yang terbaik bagi Anda dan saya dan semua…
Buktidansaksi
Selasa, 13 September 2016
Selasa, 15 September 2015
Kisah kehidupan Tuhan Yesus
Kisah kehidupan Tuhan Yesus
Kelahiran Yesus Kristus

Matius 1:18-25
1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut:
Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung
dari Roh Kudus, p sebelum
mereka hidup sebagai suami isteri. 1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus
hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud
menceraikannya q dengan
diam-diam. 1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud
itu, malaikat r Tuhan
nampak kepadanya dalam mimpi s dan
berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai
isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. 1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan
engkau akan menamakan Dia Yesus 1 , t karena
Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa u mereka." 1:22 Hal itu terjadi supaya genaplah v yang
difirmankan Tuhan oleh nabi: 1:23 "Sesungguhnya, anak dara itu akan
mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki 2 , dan mereka akan menamakan Dia
Imanuel w "
--yang berarti: Allah menyertai kita. 1:24 Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf
berbuat seperti yang diperintahkan malaikat x Tuhan
itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya,1:25 tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai 3 ia melahirkan anaknya
laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.
- Dikunjungi gembala domba di
Betlehem (Lukas
2:8-20)
Usia 8 hari
Usia 40 hari
- Dibawa ke Bait
Allah di Yerusalem untuk diserahkan kepada Tuhan -
Pertemuan dengan Simeon dan Hana (Lukas
2:22-40)
Usia di bawah 2 tahun
- Sekeluarga lari ke Mesir (Mat 2:13-18)
Usia sebelum 12 tahun
Usia 12 tahun
- Mengunjungi Bait Allah di Yerusalem (Lukas
2:41-50)
Antara usia 12 - 30 tahun
- Tumbuh besar di Nazaret (Lukas
2:51-52)
Pelayanan Selama Tiga Setengah
Tahun
Yesus memulai pelayanan-Nya
beberapa waktu setelah Yohanes
Pembaptis mulai membaptis. Menurut Injil
Lukas permulaan pekerjaan Yohanes itu terjadi:[5]
- Dalam tahun ke-15 dari pemerintahan Kaisar Tiberius (29
M)
- Ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea
- Ketika Herodes raja wilayah Galilea
- Ketika Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea
dan Trakhonitis
- Ketika Lisanias raja wilayah Abilene
- Pada waktu Hanas dan Kayafas menjadi Imam Besar.
Persiapan Pelayanan
- Dibaptis di sungai
Yordan oleh Yohanes Pembaptis, pada usia sekitar 30
tahun (Mat
3:13-17; Mk 1:9-11; Luk 2:31-23; Yoh 1:29-30)
- Dicobai oleh Iblis di padang
gurun (Mat
4:1-11; Markus 1:12-13; Lukas 4:1-13)

Yesus dibabtis
Tujuh hari dalam permulaan
pelayanan
- Hari ke-1: Orang Yahudi dari Yerusalem mengutus
beberapa imam dan orang-orang Lewi kepada Yohanes Pembaptis[7]
- Hari ke-2: Yohanes Pembaptis melihat Yesus datang
kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus
dosa dunia..."[8]
- Hari ke-3: Dua murid Yohanes Pembaptis (salah
satunya adalah saksi mata, yaitu Yohanes,
yang lain adalah Andreas) mengikuti Yesus[9].
- Hari ke-4: Andreas membawa Simon
Petrus kepada Yesus.[10]
- Hari ke-5 (hari ke-1 sebelum sampai di Kana): Filipus dan Natanael mengikut Yesus[11]
- Hari ke-6 (hari ke-2): Perjalanan menuju ke Galilea[12]
- Hari ke-7 (hari ke-3): Perkawinan di Kana, Galilea[13]
- Melakukan mujizat pertama, yaitu mengubah air menjadi anggur di
pesta perkawinan di Kana (Yohanes
2:1-11)
Ke Yerusalem
Yesus datang ke Yerusalem untuk
merayakan Paskah Yahudi:
- Menyucikan Bait Allah (mengusir para pedagang dan
penukar uang) (Yohanes
2:14-22)
- Percakapan antara Yesus dengan Nikodemus (Yohanes
3:1-21)
Di Samaria
Dari Yudea kembali ke Galilea
melewati Samaria
- Percakapan antara Yesus dengan perempuan Samaria (Yohanes
4:5-42)
Di Galilea
- Menyembuhkan anak seorang pegawai istana (Yohanes
4:46-54)
- Ditolak warga kampung halaman sendiri (Nazaret) (Luk 4:16-31)
- Empat orang nelayan menjadi murid Yesus (Simon
Petrus, Andreas, Yohanes, Yakobus) (Mat
4:18-22; Mk 1:16-20; Luk 5:1-11)
- Menyembuhkan ibu mertua Petrus (Mat
8:14-17; Mk 1:29-34; Luk 4:38-41)
- Perjalanan pertama, memberitakan firman di
daerah Galilea (Mat
4:23-25; Mk 1:35-39; Luk 4:42-44)
- Keputusan Matius menjadi
murid Yesus (Mat
9:9-13; Mk 2:13-17; Luk 5:27-32)
- Yesus memilih keduabelas muridNya (Mk
3:13-19; Luk 6:12-15)

Yesus dan murid-muridnya
Yesus dan perempuan yang berzinah.
Karya Rembrandt 1644
- Yesus menyampaikan Khotbah di Bukit (Mat
5:1-7:29; Luk 6:20-49)
- Yesus diurapi dengan minyak wangi oleh seorang
perempuan berdosa (Luk 7:36-50)
- Yesus melakukan perjalanan lagi di daerah Galilea (Luk 8:1-3)
- Yesus memberitakan beberapa perumpamaan mengenai
kerajaan sorga (Mat
13:1-52; Mk 4:1-34; Luk 8:4-18)
- Yesus meredakan badai (Mat
8:23-27; Mk 4:35-41; Luk 8:22-25)
- Yesus membangkitkan anak perempuan Yairus yang
mati (Mat
9:18-26; Mk 5:21-43; Luk 8:40-56)
- Yesus mengutus ke-12 murid untuk memberitakan
kerajaan Allah dan menyembuhkan orang yang sakit (Mat
9:35-11:1; Mk 6:6-13; Luk 9:1-6)
- Yohanes Pembaptis dibunuh oleh Herodes (Mat
14:1-12; Mk 6:14-29; Luk 9:7-9)
- Yesus memberi makan lima ribu
orang (Mat
14:13-21; Mk 6:30-44; Luk 9:10-17; Yoh 6:1-14)
- Yesus berjalan di atas air (Mat
14:22-33; Mk 6:45-52; Yoh 6:61-21)
Ke daerah Tirus dan Sidon
- Yesus pergi ke kota Tirus dan Sidon (Mat
15:21-28; Mk 7:24-30)
Kembali ke Galilea
- Yesus memberi makan empat
ribu orang (Mat
15:32-39; Mk 8:1-9)
- Petrus mengakui Yesus sebagai Anak
Allah (Mat
16:13-30; Mk 8:27-30; Luk 9:19-21)
- Yesus menjelaskan kepada murid-murid mengenai
kematian-Nya yang akan datang (Mat
16:21-26; Mk 8:31-37; Luk 9:22-25)
- Yesus dimuliakan di gunung (Mat
17:1-13; Mk 9:2-13; Luk 9:28-36)

Yesus memberi makan 5000 orang
Ke Yerusalem
- Yesus membayar bea untuk Bait
Allah (Matius
17:24-27)
- Yesus hadir pada hari raya Pondok
Daun (Yohanes
7:11-52)
- Yesus dan perempuan yang
berzinah (Yohanes
8:2-11)
- Yesus menyembuhkan
orang yang buta sejak lahir (Yohanes
9:1-41)
Ke Betania
- Yesus mengunjungi Maria dan Marta (Lukas
10:38-42)
- Yesus membangkitkan Lazarus yang mati (Yohanes
11:1-44)
Ke daerah Yudea
- Yesus memulai perjalanan akhir menuju Yerusalem (Lukas 17:11)
- Yesus memberkati anak-anak kecil (Matius
19:13-15; Markus 10:13-16; Lukas 18:15-17)
- Yesus bicara kepada orang muda yang kaya (Matius
19:16-30; Markus 10:17-30; Lukas 18:18-30)
- Yesus kembali meramalkan kematian dan kebangkitan-Nya (Matius
20:17-19; Markus 10:32-34; Lukas 18:31-34)
Di Yerikho
- Yesus menyembuhkan Bartimeus yang buta (Matius
20:29-34; Markus 10:46-52; Lukas 18:35-43)
- Yesus bicara kepada Zakheus (Lukas
19:1-10)
Di Betania
Enam hari sebelum Paskah
Yahudi:
- Yesus kembali ke Betania, mengunjungi Maria dan Martha
(Yohanes
11:55-12:1)
- Yesus memasuki Yerusalem dalam
suasana meriah (Mat 21:1-11; Mk 11:1-10; Luk
19:29-44; Yoh
12:12-19)
- Yesus mengutuk pohon ara (Mat
21:18-19; Mk 11:12-14)
- Yesus kembali menyucikan Bait
Allah (Mat
21:12-13; Markus
11:15-18)
- Orang Farisi menanyakan
dari mana Yesus peroleh kuasa (Matius
21:23-27; Markus
11:27-33; Lukas
20:1-8)
- Yesus mengajar di Bait Allah (Mat
21:28-23:39; Markus
12:1-44; Lukas
20:9-21:4)
- Yesus diurapi dengan minyak wangi (Matius 26:6-13; Markus
14:3-9; Yohanes
12:2-11)
- Orang Farisi mulai menyusun rencana penangkapan
Yesus (Matius
26:14-16; Markus
14:10-11; Lukas
22:3-6)
- Yesus mengadakan Perjamuan Terakhir (Matius 26:17-29; Markus
14:12-25; Lukas 22:7-20; Yohanes
13:1-38)
- Yudas
Iskariot mengkhianati Yesus (Matius
26:14-16; Markus
14:10-11; Lukas
22:3-6)
- Yesus menasihati dan menghibur murid-murid-Nya (Yohanes
14:1-16:33)
- Yesus di Taman Getsemani (Mat
26:36-46; Markus
14:32-42; Lukas
22:40-46)
- Yesus ditangkap dan dibawa menghadap Imam Hanas, Imam Besar Kayafas
dan Mahkamah Agama (Mat
26:47-27:26; Mk
14:43-15:15; Luk
22:47-23:25; Yoh
18:2-19:16)
- Petrus menyangkal Yesus tiga kali
(Matius 26:69-75; Markus 14:66-72; Lukas 22:54-62; Yohanes 18:13-27)
- Yesus dibawa menghadap Pontius Pilatus kemudian Herodes
- Yesus disalibkan dan kematian
Yesus (Mat
27:27-56; Mk 15:16-41; Luk
23:26-49; Yoh
19:17-30)
- Yesus dikubur (Mat
27:57-66; Mk 15:42-47; Luk
23:50-66; Yoh
29:31-42)
Yesus disalibkan

Matius
27:32-44
27:32 Ketika mereka berjalan ke luar j kota, mereka berjumpa
dengan seorang dari Kirene k yang bernama Simon.
Orang itu mereka paksa untuk memikul salib l Yesus. 27:33 Maka sampailah mereka di suatu tempat yang
bernama Golgota, artinya: Tempat Tengkorak. m 27:34 Lalu mereka memberi Dia minum anggur
bercampur empedu. n Setelah Ia mengecapnya,
Ia tidak mau meminumnya. 27:35 Sesudah menyalibkan Dia 3 mereka membagi-bagi
pakaian-Nya dengan membuang undi. o 27:36 Lalu mereka duduk di situ menjaga p Dia. 27:37 Dan di atas kepala-Nya terpasang tulisan
yang menyebut alasan mengapa Ia dihukum: "Inilah Yesus Raja orang
Yahudi." 27:38 Bersama dengan Dia q disalibkan dua orang
penyamun, seorang di sebelah kanan dan seorang di sebelah kiri-Nya. 27:39 Orang-orang yang lewat di sana menghujat
Dia 4 dan sambil menggelengkan
kepala, r 27:40 mereka berkata: "Hai Engkau yang mau
merubuhkan Bait Suci dan mau membangunnya kembali dalam tiga hari, s selamatkanlah diri-Mu t jikalau Engkau Anak
Allah, u turunlah dari salib
itu!" 27:41 Demikian juga imam-imam kepala
bersama-sama ahli-ahli Taurat dan tua-tua mengolok-olokkan Dia dan mereka
berkata: 27:42 "Orang lain Ia selamatkan, tetapi
diri-Nya sendiri tidak dapat Ia selamatkan! Ia Raja Israel? v Baiklah Ia turun dari salib
itu dan kami akan percaya w kepada-Nya. 27:43 Ia menaruh harapan-Nya pada Allah: baiklah
Allah menyelamatkan Dia, x jikalau Allah berkenan
kepada-Nya! Karena Ia telah berkata: Aku adalah Anak Allah." 27:44Bahkan penyamun-penyamun yang disalibkan
bersama-sama dengan Dia mencela-Nya demikian juga.
Yesus diturunkan dari salib. KaryaRembrandt 1633
Kebangkitan Yesus
- Kuburan Yesus ditemukan dalam keadaan kosong (Mat 28:1-10; Mk 16:1-8; Luk 24:1-12; Yoh 20:1-10)
- Maria Magdalena melihat Yesus di kebun (Mk 16:9-11; Yoh 2:11-18)
- Yesus menampakkan diri kepada dua murid dalam
perjalanan luar kota (Mk 16:12-13; Luk
24:13-34)
- Yesus menampakkan diri kepada 10 murid (Mk 16:14; Luk
24:35-43; Yoh
20:19-25)
- Yesus menampakkan diri kepada 11 murid seminggu
sesudah itu (Yoh
20:26-31)
- Yesus bicara lagi dengan beberapa murid-Nya
seminggu kemudian (Yoh 21:1-25)

Matius 28:1-10
28:1 Setelah
hari Sabat lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama minggu itu,
pergilah Maria Magdalena q dan Maria r yang lain, menengok kubur itu. 28:2 Maka
terjadilah gempa bumi s yang hebat sebab seorang malaikat t Tuhan turun dari langit dan datang ke batu u itu dan menggulingkannya lalu duduk di
atasnya. 28:3 Wajahnya
bagaikan kilat dan pakaiannya putih bagaikan salju. v 28:4 Dan
penjaga-penjaga itu gentar ketakutan dan menjadi seperti orang-orang
mati. 28:5 Akan
tetapi malaikat itu berkata kepada perempuan-perempuan itu: "Janganlah
kamu takut; w sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan
itu. 28:6 Ia
tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit 1 , sama seperti yang telah dikatakan-Nya. x Mari, lihatlah tempat Ia berbaring. 28:7 Dan
segeralah pergi dan katakanlah kepada murid-murid-Nya bahwa Ia telah bangkit
dari antara orang mati. Ia mendahului kamu ke Galilea; y di sana kamu akan melihat Dia. Sesungguhnya aku
telah mengatakannya kepadamu." 28:8 Mereka
segera pergi dari kubur itu, dengan takut dan dengan sukacita yang besar dan
berlari cepat-cepat untuk memberitahukannya kepada murid-murid Yesus. 28:9 Tiba-tiba
Yesus berjumpa dengan mereka 2 z dan berkata: "Salam
bagimu." Mereka mendekati-Nya dan memeluk kaki-Nya serta
menyembah-Nya. 28:10 Maka
kata Yesus kepada mereka: "Jangan takut 3 . Pergi dan katakanlah kepada saudara-saudara-Ku, a supaya mereka pergi ke Galilea, dan di sanalah
mereka akan melihat Aku."
Kenaikan
Yesus ke Sorga
Empat puluh hari setelah kebangkitan-Nya dan sepuluh hari
sebelum hari Pentakosta:
- Kenaikan
Yesus ke sorga (Mat
28:16-20; Mk 16:19-20; Luk
24:44-53)
Kenaikan
Yesus

Lukas 24:44-53
24:44 Ia
berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan
kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, g yakni
bahwa harus digenapi h semua
yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa i dan
kitab nabi-nabi j dan
kitab Mazmur. k " 24:45 Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga
mereka mengerti Kitab Suci. 24:461 Kata-Nya
kepada mereka: "Ada tertulis demikian: Mesias harus menderita l dan
bangkit dari antara orang mati pada hari yang ketiga, m 24:47 dan lagi: dalam nama-Nya n berita
tentang pertobatan dan pengampunan dosa 2 harus
disampaikan3 kepada
segala bangsa 4 , o mulai
dari Yerusalem. p 24:48 Kamu adalah saksi q dari
semuanya ini. 24:49 Dan Aku akan mengirim kepadamu apa yang
dijanjikan r Bapa-Ku 5 . Tetapi kamu harus tinggal di dalam
kota ini sampai kamu diperlengkapi dengan kekuasaan dari tempat
tinggi."24:50 Lalu
Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. s Di
situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka 6 . 24:51 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia
berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. t 24:52 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu
mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. 24:53 Mereka senantiasa berada di dalam Bait
Allah u dan
memuliakan Allah.
Sabtu, 05 September 2015
APA ITU KESELAMATAN? AWAS RAWAN DISESATKAN SETAN!
Surat Al Fatihah misalnya diserukan 17 kali sehari oleh Muslim kepada Allah adalah memohonkan petunjuk untuk menemukan “Jalan yang lurus”, jalan yang bukan disesat setan atau yang dimurkai Allah. Artinya Muslim masih perlu mencari jalan tersebut setiap harinya. Dimanakah “Jalan Lurus” itu dapat ditemukan? Tetapi Tuhan Alkitab telah mengajarkan dimana menemukannya: “Aku [Tuhan Elohim] hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh .. . .” (Mazmur 32:8, Matius 8:22)”

Topik sharing kita adalah tentang “Keselamatan”.
Semua orang mencari selamat. Sejumlah orang malah menyiasati keselamatannya. Dan setiap agama mengkhususkan diri untuk membawa umatnya kepada keselamatan yang sejati bahkan kekal. Maka agama agama menawarkan pelbagai doktrin keselamatan, termasuk pelbagai metode melawan setan yang selalu berusaha menjerumuskan kita ke arah yang tidak selamat.
Kita umumnya sadar bahwa setiap saat setan mengintai kita untuk disesatkan dan dicelakai. Tetapi kita tidak selalu sadar, bahwa bentuk pencelakaannya bisa sangat tersembunyi mulai dari dasarnya, yaitu dari arti keselamatan itu sendiri. Ya, apa yang dimaksudkan dengan keselamatan, mendapat keselamatan? Ada yang memaknainya sebagai mengusahakan kebaikan- kebaikan kepada orang lain yang pada gilirannya terimbas balik kepada kita sebagai bagian dari “hukum karma”. Ada yang berusaha menambah poin-poin pahala demi mendapat surplus kebajikan terhadap kejahatan dalam timbangan akhirat, lalu dinilai lulus dan berhak dapat keselamatan dan masuk sorga. Pemahaman itu yang sering kita jumpai dalam bincang-bincang atau praktek hidup sehari-hari demi menemukan keselamatan yang sejati.
Surat Al Fatihah misalnya diserukan 17 kali sehari oleh Muslim kepada Allah adalah memohonkan petunjuk untuk menemukan “Jalan yang lurus”, jalan yang bukan disesat setan atau yang dimurkai Allah. Artinya Muslim masih perlu mencari jalan tersebut setiap harinya. Dimanakah “Jalan Lurus” itu dapat ditemukan? Tetapi Tuhan Alkitab telah mengajarkan dimana menemukannya: “Aku [Tuhan Elohim] hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh .. . .” (Mazmur 32:8, Matius 8:22)”
Keselamatan dalam iman Kristiani tidak merujuk kepada suatu permohonan dan pencaharian menemukan keselamatan, tidak pula tersandera kepada suatu proses perolehan atau pengumpulan poin-poin pahala, atau didasarkan pada skala timbangan kebajikan terhadap keberdosaannya. Yesus telah berkata: “Ikutlah Aku… "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).
Dibawah ini adalah debat santai Dr. Georges Houssney dengan Muslim tentang topik “keselamatan” (diolah bebas):
“Pada dasarnya, dalam pengertian Kristen, keselamatan adalah sebuah operasi penyelamatan.
Seseorang terjebak dalam kebakaran dan tidak dapat keluar. Apa yang dapat mereka lakukan?
Mereka bisa menjerit, mereka bisa berteriak. Mereka butuh pertolongan.
Mereka butuh seseorang dari luar untuk masuk dan menyelamatkan mereka dari api.
Sama juga halnya dengan orang yang sedang tenggelam dalam air dan tidak punya alat untuk menyelamatkan dirinya. Ia butuh seorang penyelamat.
Anda tahu kisah tenggelamnya kapal Titanic seratus tahun yang lalu? Ratusan orang –kecuali beberapa-- telah kehilangan nyawa mereka sekaligus. Meskipun ada beberapa dari mereka barangkali perenang yang handal, atau beberapa yang sangat cerdik, atau beberapa yang sangat pintar dan kaya, dan memiliki status tinggi. Namun saat mereka jatuh kedalam air, mereka tidak bisa melakukan apa-apa, dan mereka menemui kematian.
Sama halnya pula dengan para tahanan penjara. Jika Anda divonis penjara dan Anda dikenakan denda jutaan dolar dan Anda tak mungkin membayarnya, maka Anda tidak bisa keluar kecuali ada seseorang yang menebus Anda. Dan itulah arti keselamatan bagi orang Kristen.
Pada dasarnya, manusia tidak berdaya dan butuh intervensi dari Yang Di Atas. Dan siapa diantara Anda yang tidak butuh keselamatan?
Dalam ungkapan yang lebih alkitabiah, kita katakan kita adalah orang berdosa. Kita yakin bahwa setiap manusia adalah orang berdosa. Ada perdebatan tentang dosa asal atau bukan, tetapi kita tidak akan bahas isu itu disini.
Bagaimanapun, kita adalah orang yang berdosa. Baik akibat dosa asal atau bukan, kita adalah orang berdosa. Dan keselamatan adalah untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita.
Tetapi tahukah Anda mengapa kita disebut orang berdosa? Alkitab mengatakan bahwa kita adalah hamba dosa, kita adalah hamba iblis, dan karenanya kita sudah pasti masuk neraka, dan kita butuh penyelamatan. Kita butuh diselamatkan dari dosa-dosa kita. Bahkan Quran juga memastikan semua orang masuk neraka (Quran Surat 19:71)
Saya tidak ingin terlalu banyak bertanya pada Anda sekalian. Tetapi tanyakanlah pada diri Anda sendiri, “Apakah saya orang berdosa?” Jika Anda adalah orang berdosa, maka Anda butuh Juruselamat.
Saya bertemu seorang pria Arab Muslim bernama Walid, dan berbicara dengannya.
Saya berkata kepadanya, “Bagaimana cara Anda masuk surga? Bagaimana Anda pergi ke surga?”
Keselamatan adalah tentang menghindari neraka dan pergi ke surga, bukan? Jadi saya berkata, “Bagaimana cara Anda masuk surga?”
Dan dia memberitahu saya tentang amal baik, tentang sholat, tentang ibadah puasa, tentang lima rukun Islam.
Dan saya berkata, “Apakah Anda lakukan ini semua?” Jawabnya, “Tentu. Saya lakukan semuanya sebaik mungkin.”
Saya berkata, “Apakah Anda yakin bahwa Anda akan diselamatkan?”
Dia berkata, “Tidak ada yang tahu. Kita tidak bisa pastikan. Saya tidak bisa yakin.”
Saya telah menanyakan pertanyaan ini kepada banyak teman Muslim. Bahkan di Universitas Al-Azhar ketika saya tinggal di Mesir saya berbicara dengan 3 sarjana terpelajar di sana.
Saya berkata, “Apa yang kamu lakukan agar masuk surga?”
Dan mereka memberikan jawaban yang sama pada saya.
Tentu, tiap orang punya cara penyampaian yang berbeda. Beberapa menambahkannya dengan pertobatan, yang lain berbicara tentang amal baik, dan lebih banyak lagi amal baik, dan sebagainya. Dan kemudian diadakan timbang-menimbang atas perbuatan baik dan yang jahat. Itulah timbangan malaikat terhadap manusia. Mereka mengatakan hal yang sama, “Kami tidak tahu. Hanya Allah yang tahu. Kami bergantung pada kemurahan Allah.”
Ada seorang imam yang lain lagi.
Saya bicara dengannya, saya bicara dengan banyak dari mereka selama bertahun-tahun. Saya ajukan pertanyaan yang sama sekali tak ada hubungannya dengan keselamatan kepadanya.
Saya berkata, “Apakah Anda punya mobil?” Jawabnya, “Ya.”
Saya berkata, “Apakah mobilmu diasuransikan?” Jawabnya, “Ya.”
Saya berkata, “Apakah Anda membayar preminya, premi bulanan? Apakah Anda lakukan semua yang diperlukan supaya asuransi ini tetap berlaku?”
Jawabnya, “Ya.”
Saya berkata, “Jadi, seandainya Anda berkendara dan mengalami kecelakaan, jakinkah Anda bahwa perusahaan asuransi ini pasti akan mengurus semua biaya akibat kecelakaan tersebut?”
Jawabnya, “Tentu.”
Apakah Anda telah baca kontraknya dengan teliti? Apakah ada celah sehingga mereka bisa mengelak dari kewajiban mereka?
Jawabnya, “Tidak, saya tahu itu. Sebenarnya saya sudah alami dan mereka membayar semua biayanya kecuali biaya penyusutannya.”
Saya berkata, “Kenapa Anda justru lebih yakin kepada lembaga buatan manusia, perusahaan asuransi, ketimbang kepada agama Anda? Kepada Tuhan?”
Mustahil Tuhan membiarkan Anda bertanya-tanya kemana Anda akan pergi saat Anda tidak punya kepastian. Anda berusaha sebaik-baiknya, dan terus berusaha sebaiknya.
Anda tahu Walid, saya menanyakan hal yang sama kepadanya, dan juga pertanyaan lainnya.
Saya berkata, “Sekarang usia Anda 55 tahun. Pasti Anda telah melakukan banyak hal buruk dalam hidup Anda. Berapa tahun lagi Anda perlu hidup untuk mengimbangi atau mengejar ketinggalan akibat perbuatan buruk Anda, agar neraca timbangan perbuatan buruk Anda jadi lebih ringan?”
Saat itu ia menjawab, “Saya sungguh berharap Allah memberi saya umur panjang agar saya dapat melakukan hal-hal baik untuk mengimbangi perbuatan buruk saya.”
Dan saya menanyakan satu pertanyaan lagi, “Bagaimana jika ada satu cara agar seluruh dosa Anda, SELURUH dosa Anda, dari seluruh masa lalu Anda, segala kesalahan yang telah Anda lakukan, setiap pikiran yang salah, setiap perasaan Anda, saat Anda marah, saat Anda berbohong, atau menipu, atau mencuri, atau apa saja bahkan sampai Anda pernah membunuh seseorang… bagaimana jika seluruh dosa-dosa ini dapat dihapuskan dalam sekejap?”
Tahukah Anda apa yang Walid katakan kepada saya?
Dia berkata, “Tidak mungkin itu. Kita harus mengusahakannya. Kita harus melakukan sesuatu.”
Jadi saya berkata, “Kalau begitu, pada dasarnya, Anda menyelamatkan diri Anda sendiri.”
Hakekat dari keselamatan adalah justru ketika Anda tidak bisa menyelamatkan diri sendiri.
Dan kecuali Anda mengakui bahwa Anda tak berdaya di hadapan Tuhan, Tuhan tidak akan menyelamatkan Anda. Anda harus dengan rendah hati datang ke hadapan Tuhan, dalam pertobatan dan kebergantungan total kepadaNya.
Tapi itu bukan akhir dari cerita kita.
Jika Anda dipenjarakan misalnya, uang tebusan harus dibayar untuk mengeluarkan Anda.
Tapi kini, Kita punya kabar baik. Yesus menebus seluruh dosa Anda sejak dari Anda lahir hingga sekarang, bila Anda menyerahkan hidup Anda kepadaNya, bila Anda percaya kepadaNya dan berkata padaNya,
“Saya butuh Engkau untuk menyelamatkan saya.”
Maka Dia akan datang dan Dia akan menyelamatkan Anda.
Inilah caranya menuju ke surga.
Sebaliknya bagaimana dengan neraka? Apa yang Anda ketahui tentang neraka?
Sebenarnya, dimanakah surga, dan dimanakah neraka? seharusnya Anda punya alamatnya.
Dapatkah Anda naik pesawat dan terbang ke surga? Bagaimana dengan pesawat luar angkasa? Dapatkah Anda memaksa masuk ke surga?
Dan dapatkah Anda keluar dari neraka apabila Anda ternyata berakhir di sana?
Semuanya ini menunjukkan pada kita bahwa kita bergantung secara total kepada Tuhan untuk menyelamatkan kita dari neraka, dan membawa kita ke hadiratNya.
Surga adalah tempat tinggal Tuhan untuk selama-lamanya.
Dan satu-satunya cara Anda dapat pergi ke sana adalah dengan mendapatkan izinNya. Anda tidak bisa ke surga hanya karena mimpi-mimpi Anda tentang gagasan tertentu.
Ada beberapa orang bertanya kepada saya, “Bisakah Anda membawa saya ke Amerika?
Bisakah Anda mendapatkan visa bagi saya untuk pergi ke Amerika?”
Saya berkata, “Anda tahu, ada hal hal yg harus Anda lakukan untuk pergi ke Amerika. Ada aturan mainnya.
Anda bisa pergi sebagai pelajar, Anda bisa pergi sebagai pelancong, Anda bisa pergi sebagai usahawan, sebagai pengungsi, dan lain2. Tetapi tidak semua orang memenuhi syarat.”
Banyak orang pergi ke Amerika dan dipulangkan kembali.
Pernah suatu kali saya pergi ke Rusia tanpa visa. Saya dimasukkan dalam penjara. Saya ditahan semalam di penjara dan paginya saya dikembalikan ke pesawat.
Kenapa? Karena saya tidak punya visa.
Bagaimana Anda memperoleh visa untuk masuk surga?
Yesus memberi garansi masuk ke surga.
Alkitab mengatakan: "Karena begitu besar kasih Tuhan kepada dunia, sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya pada Yesus, memandangNya dalam iman dan keyakinan, dan menerimaNya, menyambutNya, akan memperoleh hidup yang kekal”. Tak perlu diragukan lagi.
Lalu, apakah itu berarti kita bebas dari dosa selamanya?
Sama sekali tidak! Dosa tetap membayangi kita karena kita adalah orang orang berdosa luar dan dalam.
Tetapi kita memperoleh posisi, status baru dalam Tuhan
Suatu kali, saya berbicara dengan seorang pelajar Saudi, dan putera saya duduk di sebelahnya.
Saya ingin memberi ilustrasi padanya, jadi saya berkata,
“Anda tahu, putera saya disebelah Anda, namanya Joseph”
Saya melanjutkan, “Andaikata saya mati, Joseph bersama saudara lelaki & perempuannya, akan mewarisi seluruh harta saya. Tetapi Anda, Anda adalah pria Saudi yang baik. Saya suka Anda, saya mengasihi Anda. Tetapi Anda tidak akan mewarisi satu sen pun harta saya.”
Dia berkata, “Kenapa Anda memberitahu saya hal itu?”
Saya menjawab, “Untuk memperlihatkan pada Anda bahwa sekalipun Anda orang baik, Anda pria yang baik, Anda banyak melakukan kebaikan, namun Anda tidak punya hak legal atas warisan saya.”
Dan Alkitab mengajar kita bahwa surga adalah milik Tuhan yang akan diwariskan kepada kita-kita yang berstatus baru, legal.
Kita tidak akan mewarisinya sekalipun kita adalah orang baik, sekalipun kita melakukan kebaikan.
Satu-satunya cara adalah dengan lahir kembali dari Roh Kudus dan menjadi ciptaan baru.
2 Korintus 5:17: “Jadi siapa yang ada dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru.”
Dan Yesus berkata kepada Nikodemus dalam Yohanes 3: “Apa yang dilahirkan dari daging (ayah dan ibu), adalah daging.”
Darah dan daging tidak bisa mewarisi Kerajaan Tuhan. Alkitab dengan jelas menyatakan hal itu.
Tetapi setiap orang yang lahir dari Roh, adalah roh, dan mewarisi segala sesuatu yang dimiliki Tuhan, berkatNya, pengampunanNya, belas kasihNya, anugerahNya. Hal itu membuka pintu.
Iman dalam Yesus Kristus, membuka pintu menuju semua yang telah dijanjikan Tuhan pada kita. Inilah jalan keselamatan menurut Alkitab.
Sekarang saya ingin membahas tentang Sang Juruselamat.
Kita telah menyinggung sedikit tentang sorga dan neraka dan apa itu keselamatan. Tetapi siapa yang memenuhi syarat untuk menyelamatkan kita?
Apakah siapa saja bisa dianggap memenuhi syarat untuk menyelamatkan kita dan membawa kita ke sorga?
Dari semua studi yang akan Anda lakukan, yang telah saya lakukan juga sebelumnya, dan telah saya teliti, tak seorangpun nabi, mulai dari jaman Adam hingga kini, yang pernah mengklaim mampu menyelamatkan kecuali Yesus Kristus seorang!.
Satu-satunya yang mengklaim diri sebagai Juruselamat adalah Yesus Kristus.
Sesungguhnya namanya Yahshua. Yah - artinya Tuhan Yahweh, Shua - artinya keselamatan.
“Keselamatan dari Tuhan” melekat dalam nama Yesus, nama yang dinyatakan malaikat bagiNya:
“Engkau akan memanggilnya Yesus, karena Ia akan menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka.”
Ini tercantum dalam Matius 1.
Kita lihat Muhammad. Dia tidak memenuhi syarat sebagai Juruselamat. Dia bahkan tidak pernah mengklaim diri sebagai Juruselamat. Malahan dia berkata,
“Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu.”
Dan Tuhan berkata kepadanya, (lihat Quran surat Yunus 10:94),
“Jika engkau ragu, pergilah kepada para ahli Kitab. Dan mereka akan menunjukkan padamu.”
Tuhan berkata kepadanya, (lihat Quran surat 5:46),
“Kitab Suci yang ada sebelum engkau adalah petunjuk, kebenaran.”
Masalahnya, Muhammad tidak pernah cari petunjuk pada Kitab tersebut. Di masa remajanya, ia memiliki kontak dengan orang orang Kristen. Ketika dewasa, ia mulai jarang kontak dengan orang Kristen.
Dan hal ini terlihat di Quran. Banyak ayat kutipan dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang salah dikutipnya, baik itu tidak lengkap maupun salah mengutip dari Alkitab.
Hal itu menunjukkan bahwa orang yang menuliskan semua itu tidak sungguh memahami Kitab Suci yang sebelumnya. Dan itulah masalahnya.
Muhammad mengklaim dirinya sebagai pemberi peringatan bagi umat manusia, termasuk orang Kristen dan Yahudi, untuk kembali kepada Kitab mereka. Jadi dia menunjuk kebenaran karena ia tidak memiliki kebenaran tersebut.
Yesus satu-satunya yang berkata, “Akulah kebenaran.”
Muhammad berkata, “Aku tidak tahu kemana aku akan pergi.”
Yesus berkata, “Aku tahu kemana Aku akan pergi .
Dalam Yohanes 14 dikatakan,
“Aku akan pergi dan Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di mana Aku berada, kamupun berada, untuk selamanya.”
Inilah keindahan dari Injil. Inilah yang saya wartakan ke seluruh dunia dan saya sangat bersyukur.
Ada ribuan Muslim yang akhirnya menemukan cahaya keselamatan Yesus di seluruh dunia.
Dan jumlah itu terus bertumbuh tiap hari di seluruh dunia. Timur Tengah, Afrika Utara, bahkan di Saudi Arabia. Ada ribuan Muslim yang akhirnya menemukan jalan menuju keselamatan melalui Yesus Kristus.
Ini juga Kabar Baik bagi Anda, dan Anda punya pilihan untuk ikut orang yang tidak tahu kemana tujuannya, atau ikut orang yang mengatakan, “Akulah jalan, dan Aku akan tunjukkan jalannya padamu. Tak seorangpun dapat datang kepada Bapa kecuali melalui Aku.”
Alkitab adalah Firman Tuhan. Otoritas atas apa yang saya sampaikan hari ini ada di sini.
Pada permulaan Alkitab dikatakan: Tuhan...pada mulanya Tuhan... pada mulanya Tuhan...”
Ini adalah Kitab tentang Tuhan dan dari Tuhan. Tiada seorang manusiapun ada di saat permulaan.
Musa tidak ada, Adam juga tidak ada. Roh Kuduslah yang mengilhamkan tentang kebenaran yang terjadi sebelum Adam diciptakan.
Dan Tuhan memperlihatkannya pada kita tentang penciptaan (dalam kitab Kejadian ). Bagaimana Dia menciptakan manusia. Bagaimana manusia adalah puncak ciptaan Tuhan. Yang terhebat dari yang paling hebat.
Dan kemudian bagaimana dosa masuk dan iblis memperdaya Adam dan Hawa. Dan mereka terperosok menjauhi kasih karunia Tuhan. Dan kita ikut terseret oleh mereka.
Tetapi puji Tuhan, Tuhan langsung turun tangan. Dia membuat sebuah perjanjian. Perjanjian bahwa suatu hari nanti Sang Juruselamat akan datang.
Ada lebih dari 300 nubuatan di Perjanjian Lama untuk memandu kita, memberitahu kita, siapa itu Yesus saat Ia muncul. Ketika akhirnya Dia datang, Petrus berkata,
"Engkau adalah Kristus, Juruselamat yang kami nanti-nantikan.
Engkau adalah Putera dari Tuhan yang hidup.”
Orang-orang Yahudi tidak mengerti apa arti Anak Tuhan. Saat inipun banyak yang tidak mengerti.
Tetapi yang jelas, Alkitab yang berisi Firman Tuhan yang menyatakan Yesus sebagai Putera Tuhan. Ini dikatakan langsung oleh Tuhan, atau lewat malaikat, lewat nabi-nabi,bahkan diakui sendiri oleh setan-setan dalam ketakutannya terhadap Yesus (Markus 5:7).
Artinya, hanya Dia yang memiliki otoritas Tuhan. Dialah pemilik warisan yang bisa Dia wariskan pada setiap orang yang percaya kepadaNya.
Oleh sebab itu, saya mengundang Anda, sahabatku, untuk datang kepada Yesus, dan percaya kepadaNya.
Itulah visa Anda masuk ke hadirat Tuhan di sorga.
Saya akan menyelesaikan pembicaraan saya sekarang.
Terima kasih. Tuhan memberkati Anda.
www.buktidansaksi.com
Topik sharing kita adalah tentang “Keselamatan”.
Semua orang mencari selamat. Sejumlah orang malah menyiasati keselamatannya. Dan setiap agama mengkhususkan diri untuk membawa umatnya kepada keselamatan yang sejati bahkan kekal. Maka agama agama menawarkan pelbagai doktrin keselamatan, termasuk pelbagai metode melawan setan yang selalu berusaha menjerumuskan kita ke arah yang tidak selamat.
Kita umumnya sadar bahwa setiap saat setan mengintai kita untuk disesatkan dan dicelakai. Tetapi kita tidak selalu sadar, bahwa bentuk pencelakaannya bisa sangat tersembunyi mulai dari dasarnya, yaitu dari arti keselamatan itu sendiri. Ya, apa yang dimaksudkan dengan keselamatan, mendapat keselamatan? Ada yang memaknainya sebagai mengusahakan kebaikan- kebaikan kepada orang lain yang pada gilirannya terimbas balik kepada kita sebagai bagian dari “hukum karma”. Ada yang berusaha menambah poin-poin pahala demi mendapat surplus kebajikan terhadap kejahatan dalam timbangan akhirat, lalu dinilai lulus dan berhak dapat keselamatan dan masuk sorga. Pemahaman itu yang sering kita jumpai dalam bincang-bincang atau praktek hidup sehari-hari demi menemukan keselamatan yang sejati.
Surat Al Fatihah misalnya diserukan 17 kali sehari oleh Muslim kepada Allah adalah memohonkan petunjuk untuk menemukan “Jalan yang lurus”, jalan yang bukan disesat setan atau yang dimurkai Allah. Artinya Muslim masih perlu mencari jalan tersebut setiap harinya. Dimanakah “Jalan Lurus” itu dapat ditemukan? Tetapi Tuhan Alkitab telah mengajarkan dimana menemukannya: “Aku [Tuhan Elohim] hendak mengajar dan menunjukkan kepadamu jalan yang harus kautempuh .. . .” (Mazmur 32:8, Matius 8:22)”
Keselamatan dalam iman Kristiani tidak merujuk kepada suatu permohonan dan pencaharian menemukan keselamatan, tidak pula tersandera kepada suatu proses perolehan atau pengumpulan poin-poin pahala, atau didasarkan pada skala timbangan kebajikan terhadap keberdosaannya. Yesus telah berkata: “Ikutlah Aku… "Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku” (Yohanes 14:6).
Dibawah ini adalah debat santai Dr. Georges Houssney dengan Muslim tentang topik “keselamatan” (diolah bebas):
“Pada dasarnya, dalam pengertian Kristen, keselamatan adalah sebuah operasi penyelamatan.
Seseorang terjebak dalam kebakaran dan tidak dapat keluar. Apa yang dapat mereka lakukan?
Mereka bisa menjerit, mereka bisa berteriak. Mereka butuh pertolongan.
Mereka butuh seseorang dari luar untuk masuk dan menyelamatkan mereka dari api.
Sama juga halnya dengan orang yang sedang tenggelam dalam air dan tidak punya alat untuk menyelamatkan dirinya. Ia butuh seorang penyelamat.
Anda tahu kisah tenggelamnya kapal Titanic seratus tahun yang lalu? Ratusan orang –kecuali beberapa-- telah kehilangan nyawa mereka sekaligus. Meskipun ada beberapa dari mereka barangkali perenang yang handal, atau beberapa yang sangat cerdik, atau beberapa yang sangat pintar dan kaya, dan memiliki status tinggi. Namun saat mereka jatuh kedalam air, mereka tidak bisa melakukan apa-apa, dan mereka menemui kematian.
Sama halnya pula dengan para tahanan penjara. Jika Anda divonis penjara dan Anda dikenakan denda jutaan dolar dan Anda tak mungkin membayarnya, maka Anda tidak bisa keluar kecuali ada seseorang yang menebus Anda. Dan itulah arti keselamatan bagi orang Kristen.
Pada dasarnya, manusia tidak berdaya dan butuh intervensi dari Yang Di Atas. Dan siapa diantara Anda yang tidak butuh keselamatan?
Dalam ungkapan yang lebih alkitabiah, kita katakan kita adalah orang berdosa. Kita yakin bahwa setiap manusia adalah orang berdosa. Ada perdebatan tentang dosa asal atau bukan, tetapi kita tidak akan bahas isu itu disini.
Bagaimanapun, kita adalah orang yang berdosa. Baik akibat dosa asal atau bukan, kita adalah orang berdosa. Dan keselamatan adalah untuk menyelamatkan kita dari dosa-dosa kita.
Tetapi tahukah Anda mengapa kita disebut orang berdosa? Alkitab mengatakan bahwa kita adalah hamba dosa, kita adalah hamba iblis, dan karenanya kita sudah pasti masuk neraka, dan kita butuh penyelamatan. Kita butuh diselamatkan dari dosa-dosa kita. Bahkan Quran juga memastikan semua orang masuk neraka (Quran Surat 19:71)
Saya tidak ingin terlalu banyak bertanya pada Anda sekalian. Tetapi tanyakanlah pada diri Anda sendiri, “Apakah saya orang berdosa?” Jika Anda adalah orang berdosa, maka Anda butuh Juruselamat.
Saya bertemu seorang pria Arab Muslim bernama Walid, dan berbicara dengannya.
Saya berkata kepadanya, “Bagaimana cara Anda masuk surga? Bagaimana Anda pergi ke surga?”
Keselamatan adalah tentang menghindari neraka dan pergi ke surga, bukan? Jadi saya berkata, “Bagaimana cara Anda masuk surga?”
Dan dia memberitahu saya tentang amal baik, tentang sholat, tentang ibadah puasa, tentang lima rukun Islam.
Dan saya berkata, “Apakah Anda lakukan ini semua?” Jawabnya, “Tentu. Saya lakukan semuanya sebaik mungkin.”
Saya berkata, “Apakah Anda yakin bahwa Anda akan diselamatkan?”
Dia berkata, “Tidak ada yang tahu. Kita tidak bisa pastikan. Saya tidak bisa yakin.”
Saya telah menanyakan pertanyaan ini kepada banyak teman Muslim. Bahkan di Universitas Al-Azhar ketika saya tinggal di Mesir saya berbicara dengan 3 sarjana terpelajar di sana.
Saya berkata, “Apa yang kamu lakukan agar masuk surga?”
Dan mereka memberikan jawaban yang sama pada saya.
Tentu, tiap orang punya cara penyampaian yang berbeda. Beberapa menambahkannya dengan pertobatan, yang lain berbicara tentang amal baik, dan lebih banyak lagi amal baik, dan sebagainya. Dan kemudian diadakan timbang-menimbang atas perbuatan baik dan yang jahat. Itulah timbangan malaikat terhadap manusia. Mereka mengatakan hal yang sama, “Kami tidak tahu. Hanya Allah yang tahu. Kami bergantung pada kemurahan Allah.”
Ada seorang imam yang lain lagi.
Saya bicara dengannya, saya bicara dengan banyak dari mereka selama bertahun-tahun. Saya ajukan pertanyaan yang sama sekali tak ada hubungannya dengan keselamatan kepadanya.
Saya berkata, “Apakah Anda punya mobil?” Jawabnya, “Ya.”
Saya berkata, “Apakah mobilmu diasuransikan?” Jawabnya, “Ya.”
Saya berkata, “Apakah Anda membayar preminya, premi bulanan? Apakah Anda lakukan semua yang diperlukan supaya asuransi ini tetap berlaku?”
Jawabnya, “Ya.”
Saya berkata, “Jadi, seandainya Anda berkendara dan mengalami kecelakaan, jakinkah Anda bahwa perusahaan asuransi ini pasti akan mengurus semua biaya akibat kecelakaan tersebut?”
Jawabnya, “Tentu.”
Apakah Anda telah baca kontraknya dengan teliti? Apakah ada celah sehingga mereka bisa mengelak dari kewajiban mereka?
Jawabnya, “Tidak, saya tahu itu. Sebenarnya saya sudah alami dan mereka membayar semua biayanya kecuali biaya penyusutannya.”
Saya berkata, “Kenapa Anda justru lebih yakin kepada lembaga buatan manusia, perusahaan asuransi, ketimbang kepada agama Anda? Kepada Tuhan?”
Mustahil Tuhan membiarkan Anda bertanya-tanya kemana Anda akan pergi saat Anda tidak punya kepastian. Anda berusaha sebaik-baiknya, dan terus berusaha sebaiknya.
Anda tahu Walid, saya menanyakan hal yang sama kepadanya, dan juga pertanyaan lainnya.
Saya berkata, “Sekarang usia Anda 55 tahun. Pasti Anda telah melakukan banyak hal buruk dalam hidup Anda. Berapa tahun lagi Anda perlu hidup untuk mengimbangi atau mengejar ketinggalan akibat perbuatan buruk Anda, agar neraca timbangan perbuatan buruk Anda jadi lebih ringan?”
Saat itu ia menjawab, “Saya sungguh berharap Allah memberi saya umur panjang agar saya dapat melakukan hal-hal baik untuk mengimbangi perbuatan buruk saya.”
Dan saya menanyakan satu pertanyaan lagi, “Bagaimana jika ada satu cara agar seluruh dosa Anda, SELURUH dosa Anda, dari seluruh masa lalu Anda, segala kesalahan yang telah Anda lakukan, setiap pikiran yang salah, setiap perasaan Anda, saat Anda marah, saat Anda berbohong, atau menipu, atau mencuri, atau apa saja bahkan sampai Anda pernah membunuh seseorang… bagaimana jika seluruh dosa-dosa ini dapat dihapuskan dalam sekejap?”
Tahukah Anda apa yang Walid katakan kepada saya?
Dia berkata, “Tidak mungkin itu. Kita harus mengusahakannya. Kita harus melakukan sesuatu.”
Jadi saya berkata, “Kalau begitu, pada dasarnya, Anda menyelamatkan diri Anda sendiri.”
Hakekat dari keselamatan adalah justru ketika Anda tidak bisa menyelamatkan diri sendiri.
Dan kecuali Anda mengakui bahwa Anda tak berdaya di hadapan Tuhan, Tuhan tidak akan menyelamatkan Anda. Anda harus dengan rendah hati datang ke hadapan Tuhan, dalam pertobatan dan kebergantungan total kepadaNya.
Tapi itu bukan akhir dari cerita kita.
Jika Anda dipenjarakan misalnya, uang tebusan harus dibayar untuk mengeluarkan Anda.
Tapi kini, Kita punya kabar baik. Yesus menebus seluruh dosa Anda sejak dari Anda lahir hingga sekarang, bila Anda menyerahkan hidup Anda kepadaNya, bila Anda percaya kepadaNya dan berkata padaNya,
“Saya butuh Engkau untuk menyelamatkan saya.”
Maka Dia akan datang dan Dia akan menyelamatkan Anda.
Inilah caranya menuju ke surga.
Sebaliknya bagaimana dengan neraka? Apa yang Anda ketahui tentang neraka?
Sebenarnya, dimanakah surga, dan dimanakah neraka? seharusnya Anda punya alamatnya.
Dapatkah Anda naik pesawat dan terbang ke surga? Bagaimana dengan pesawat luar angkasa? Dapatkah Anda memaksa masuk ke surga?
Dan dapatkah Anda keluar dari neraka apabila Anda ternyata berakhir di sana?
Semuanya ini menunjukkan pada kita bahwa kita bergantung secara total kepada Tuhan untuk menyelamatkan kita dari neraka, dan membawa kita ke hadiratNya.
Surga adalah tempat tinggal Tuhan untuk selama-lamanya.
Dan satu-satunya cara Anda dapat pergi ke sana adalah dengan mendapatkan izinNya. Anda tidak bisa ke surga hanya karena mimpi-mimpi Anda tentang gagasan tertentu.
Ada beberapa orang bertanya kepada saya, “Bisakah Anda membawa saya ke Amerika?
Bisakah Anda mendapatkan visa bagi saya untuk pergi ke Amerika?”
Saya berkata, “Anda tahu, ada hal hal yg harus Anda lakukan untuk pergi ke Amerika. Ada aturan mainnya.
Anda bisa pergi sebagai pelajar, Anda bisa pergi sebagai pelancong, Anda bisa pergi sebagai usahawan, sebagai pengungsi, dan lain2. Tetapi tidak semua orang memenuhi syarat.”
Banyak orang pergi ke Amerika dan dipulangkan kembali.
Pernah suatu kali saya pergi ke Rusia tanpa visa. Saya dimasukkan dalam penjara. Saya ditahan semalam di penjara dan paginya saya dikembalikan ke pesawat.
Kenapa? Karena saya tidak punya visa.
Bagaimana Anda memperoleh visa untuk masuk surga?
Yesus memberi garansi masuk ke surga.
Alkitab mengatakan: "Karena begitu besar kasih Tuhan kepada dunia, sehingga Ia mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya pada Yesus, memandangNya dalam iman dan keyakinan, dan menerimaNya, menyambutNya, akan memperoleh hidup yang kekal”. Tak perlu diragukan lagi.
Lalu, apakah itu berarti kita bebas dari dosa selamanya?
Sama sekali tidak! Dosa tetap membayangi kita karena kita adalah orang orang berdosa luar dan dalam.
Tetapi kita memperoleh posisi, status baru dalam Tuhan
Suatu kali, saya berbicara dengan seorang pelajar Saudi, dan putera saya duduk di sebelahnya.
Saya ingin memberi ilustrasi padanya, jadi saya berkata,
“Anda tahu, putera saya disebelah Anda, namanya Joseph”
Saya melanjutkan, “Andaikata saya mati, Joseph bersama saudara lelaki & perempuannya, akan mewarisi seluruh harta saya. Tetapi Anda, Anda adalah pria Saudi yang baik. Saya suka Anda, saya mengasihi Anda. Tetapi Anda tidak akan mewarisi satu sen pun harta saya.”
Dia berkata, “Kenapa Anda memberitahu saya hal itu?”
Saya menjawab, “Untuk memperlihatkan pada Anda bahwa sekalipun Anda orang baik, Anda pria yang baik, Anda banyak melakukan kebaikan, namun Anda tidak punya hak legal atas warisan saya.”
Dan Alkitab mengajar kita bahwa surga adalah milik Tuhan yang akan diwariskan kepada kita-kita yang berstatus baru, legal.
Kita tidak akan mewarisinya sekalipun kita adalah orang baik, sekalipun kita melakukan kebaikan.
Satu-satunya cara adalah dengan lahir kembali dari Roh Kudus dan menjadi ciptaan baru.
2 Korintus 5:17: “Jadi siapa yang ada dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru.”
Dan Yesus berkata kepada Nikodemus dalam Yohanes 3: “Apa yang dilahirkan dari daging (ayah dan ibu), adalah daging.”
Darah dan daging tidak bisa mewarisi Kerajaan Tuhan. Alkitab dengan jelas menyatakan hal itu.
Tetapi setiap orang yang lahir dari Roh, adalah roh, dan mewarisi segala sesuatu yang dimiliki Tuhan, berkatNya, pengampunanNya, belas kasihNya, anugerahNya. Hal itu membuka pintu.
Iman dalam Yesus Kristus, membuka pintu menuju semua yang telah dijanjikan Tuhan pada kita. Inilah jalan keselamatan menurut Alkitab.
Sekarang saya ingin membahas tentang Sang Juruselamat.
Kita telah menyinggung sedikit tentang sorga dan neraka dan apa itu keselamatan. Tetapi siapa yang memenuhi syarat untuk menyelamatkan kita?
Apakah siapa saja bisa dianggap memenuhi syarat untuk menyelamatkan kita dan membawa kita ke sorga?
Dari semua studi yang akan Anda lakukan, yang telah saya lakukan juga sebelumnya, dan telah saya teliti, tak seorangpun nabi, mulai dari jaman Adam hingga kini, yang pernah mengklaim mampu menyelamatkan kecuali Yesus Kristus seorang!.
Satu-satunya yang mengklaim diri sebagai Juruselamat adalah Yesus Kristus.
Sesungguhnya namanya Yahshua. Yah - artinya Tuhan Yahweh, Shua - artinya keselamatan.
“Keselamatan dari Tuhan” melekat dalam nama Yesus, nama yang dinyatakan malaikat bagiNya:
“Engkau akan memanggilnya Yesus, karena Ia akan menyelamatkan manusia dari dosa-dosa mereka.”
Ini tercantum dalam Matius 1.
Kita lihat Muhammad. Dia tidak memenuhi syarat sebagai Juruselamat. Dia bahkan tidak pernah mengklaim diri sebagai Juruselamat. Malahan dia berkata,
“Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padamu.”
Dan Tuhan berkata kepadanya, (lihat Quran surat Yunus 10:94),
“Jika engkau ragu, pergilah kepada para ahli Kitab. Dan mereka akan menunjukkan padamu.”
Tuhan berkata kepadanya, (lihat Quran surat 5:46),
“Kitab Suci yang ada sebelum engkau adalah petunjuk, kebenaran.”
Masalahnya, Muhammad tidak pernah cari petunjuk pada Kitab tersebut. Di masa remajanya, ia memiliki kontak dengan orang orang Kristen. Ketika dewasa, ia mulai jarang kontak dengan orang Kristen.
Dan hal ini terlihat di Quran. Banyak ayat kutipan dari Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang salah dikutipnya, baik itu tidak lengkap maupun salah mengutip dari Alkitab.
Hal itu menunjukkan bahwa orang yang menuliskan semua itu tidak sungguh memahami Kitab Suci yang sebelumnya. Dan itulah masalahnya.
Muhammad mengklaim dirinya sebagai pemberi peringatan bagi umat manusia, termasuk orang Kristen dan Yahudi, untuk kembali kepada Kitab mereka. Jadi dia menunjuk kebenaran karena ia tidak memiliki kebenaran tersebut.
Yesus satu-satunya yang berkata, “Akulah kebenaran.”
Muhammad berkata, “Aku tidak tahu kemana aku akan pergi.”
Yesus berkata, “Aku tahu kemana Aku akan pergi .
Dalam Yohanes 14 dikatakan,
“Aku akan pergi dan Aku akan datang kembali dan membawa kamu ke tempatKu, supaya di mana Aku berada, kamupun berada, untuk selamanya.”
Inilah keindahan dari Injil. Inilah yang saya wartakan ke seluruh dunia dan saya sangat bersyukur.
Ada ribuan Muslim yang akhirnya menemukan cahaya keselamatan Yesus di seluruh dunia.
Dan jumlah itu terus bertumbuh tiap hari di seluruh dunia. Timur Tengah, Afrika Utara, bahkan di Saudi Arabia. Ada ribuan Muslim yang akhirnya menemukan jalan menuju keselamatan melalui Yesus Kristus.
Ini juga Kabar Baik bagi Anda, dan Anda punya pilihan untuk ikut orang yang tidak tahu kemana tujuannya, atau ikut orang yang mengatakan, “Akulah jalan, dan Aku akan tunjukkan jalannya padamu. Tak seorangpun dapat datang kepada Bapa kecuali melalui Aku.”
Alkitab adalah Firman Tuhan. Otoritas atas apa yang saya sampaikan hari ini ada di sini.
Pada permulaan Alkitab dikatakan: Tuhan...pada mulanya Tuhan... pada mulanya Tuhan...”
Ini adalah Kitab tentang Tuhan dan dari Tuhan. Tiada seorang manusiapun ada di saat permulaan.
Musa tidak ada, Adam juga tidak ada. Roh Kuduslah yang mengilhamkan tentang kebenaran yang terjadi sebelum Adam diciptakan.
Dan Tuhan memperlihatkannya pada kita tentang penciptaan (dalam kitab Kejadian ). Bagaimana Dia menciptakan manusia. Bagaimana manusia adalah puncak ciptaan Tuhan. Yang terhebat dari yang paling hebat.
Dan kemudian bagaimana dosa masuk dan iblis memperdaya Adam dan Hawa. Dan mereka terperosok menjauhi kasih karunia Tuhan. Dan kita ikut terseret oleh mereka.
Tetapi puji Tuhan, Tuhan langsung turun tangan. Dia membuat sebuah perjanjian. Perjanjian bahwa suatu hari nanti Sang Juruselamat akan datang.
Ada lebih dari 300 nubuatan di Perjanjian Lama untuk memandu kita, memberitahu kita, siapa itu Yesus saat Ia muncul. Ketika akhirnya Dia datang, Petrus berkata,
"Engkau adalah Kristus, Juruselamat yang kami nanti-nantikan.
Engkau adalah Putera dari Tuhan yang hidup.”
Orang-orang Yahudi tidak mengerti apa arti Anak Tuhan. Saat inipun banyak yang tidak mengerti.
Tetapi yang jelas, Alkitab yang berisi Firman Tuhan yang menyatakan Yesus sebagai Putera Tuhan. Ini dikatakan langsung oleh Tuhan, atau lewat malaikat, lewat nabi-nabi,bahkan diakui sendiri oleh setan-setan dalam ketakutannya terhadap Yesus (Markus 5:7).
Artinya, hanya Dia yang memiliki otoritas Tuhan. Dialah pemilik warisan yang bisa Dia wariskan pada setiap orang yang percaya kepadaNya.
Oleh sebab itu, saya mengundang Anda, sahabatku, untuk datang kepada Yesus, dan percaya kepadaNya.
Itulah visa Anda masuk ke hadirat Tuhan di sorga.
Saya akan menyelesaikan pembicaraan saya sekarang.
Terima kasih. Tuhan memberkati Anda.
www.buktidansaksi.com
Rabu, 02 September 2015
Air permukaan adalah air yang terkumpul di atas tanah atau di mata air, sungai danau, lahan basah, atau laut. Air permukaan berhubungan dengan air bawah tanah atau air atmosfer. Air permukaan secara alami terisi melalui presipitasi dan secara alami berkurang melalui penguapan dan rembesan ke bawah permukaan sehingga menjadi air bawah tanah. Meskipun ada sumber lainnya untuk air bawah tanah, yakni air jebakdan air magma, presipitasi merupakan faktor utama dan air bawah tanah yang berasal dari proses ini disebut air meteor. Air permukaan merupakan sumber terbesar untuk air bersih.
Air permukaan
Air permukaan yang
mengalir di Sungai Alapahadekat Jennings, Florida yang
menuju lubang runtuhandan berujung pada air bawah tanah akuifer Florida.
Air permukaan
adalah air yang
terkumpul di atas tanah atau di mata air, sungai danau, lahan basah,
atau laut.
Air permukaan berhubungan dengan air bawah tanah atau air atmosfer.
Air permukaan secara alami terisi melalui presipitasi dan
secara alami berkurang melalui penguapan dan rembesan ke
bawah permukaan sehingga menjadi air bawah tanah. Meskipun ada sumber lainnya
untuk air bawah tanah, yakni air jebakdan air magma, presipitasi
merupakan faktor utama dan air bawah tanah yang berasal dari proses ini disebut air meteor.
Air permukaan merupakan sumber terbesar untuk
air bersih.
Air tanah
adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau bebatuan di bawah permukaan tanah. Air tanah merupakan salah satu sumber
daya air Selain air sungai dan airhujan, air tanah juga
mempunyai peranan yang sangat penting terutama dalam menjaga keseimbangan dan
ketersediaan bahan baku air untuk kepentingan rumah tangga (domestik) maupun
untuk kepentingan industri. Dibeberapa
daerah, ketergantungan pasokan air bersih dan air tanah telah mencapai ± 70%.
tumbuhan semusim
itu adalah tanaman yang
berkecambah, tumbuh, berbunga, menghasilkan biji, dan mati hanya dalam
setahun atau bahkan kurang sedikit daripada setahun. Jenis tanaman seperti ini
biasanya berkecambah 8-10 minggu apabila ditanam memakai biji.[1] Di
daerah tropis,
tumbuhan ini dapat tumbuh di mana saja ataupekarangan rumah
kita. Di daerah subtropis, tumbuhan ini hanya dapat ditumbuhkan pada musim semi saja.
Beberapa spesies bisa
tumbuh di musim dingin. Bunga matahari, tomat,
dan kacang polong termasuk
dalam kategori ini. Beberapa spesies lainnya tumbuh dengan sangat lambat. Tukang kebun biasa
menanamnya di bibit semai. Ada orang menamanya sendiri, namun yang lain bisa
membelinya di kios bunga.[1]
Sejumlah tumbuhan dari daerah beriklim
sedang atau tumbuhan gurun memiliki perilaku musiman yang sangat ekstrem.
Mereka menyelesaikan seluruh siklus hidupnya dalam waktu sangat singkat (4
hingga 8 minggu). Tumbuhan seperti narsisus, yang dikenal
sebagai spring plants (tumbuhan musim semi), mengeluarkan daun
di akhir musim dingin(musim salju) lalu berbunga dan
kemudian layu kembali hanya dalam waktu sekitar 3 bulan, untuk kemudian kembali
beristirahat dalam bentuk umbi.
Perilaku musiman ini diatur secara hormonal dan
dipengaruhi oleh suhu udara,
panjang hari, serta ketersediaan air di tanah.
Berikut adalah beberapa ilustrasi.
·
Bagi petani di wilayah beriklim tropika, jagung adalah
tanaman semusim karena ia ditanam dan dipanen masih pada musim yang sama. Bagi
petani daerah beriklim sedang, jagung disebut tanaman semusim karena ia ditanam
pada pertengahan musim semi dan dipanen pada pertengahan hingga penghujung musim gugur.
Tanaman tahunan
Tumbuhan menahun atau tanaman menahun atau tumbuhan
bertahunan atau tanaman bertahunan (diterjemahkan dari bahasa Inggris perennial
plants), adalah tumbuhan yang dapat meneruskan kehidupannya setelah
bereproduksi atau menyelesaikan siklus hidupnya dalam jangka waktu lebih
daripada dua tahun di dalam siklus hidupnya. Banyak di antaranya berupa pohon,
meskipun terdapat pula terna ataupun semak.
Untuk mengatasi tantangan lingkungan, tumbuhan tahunan
mengembangkan berbagai strategi untuk bertahan hidup, seperti menggugurkan
daun, mengubah morfologi, atau menghasilkan senyawa tertentu yang membuat
sel-selnya mampu bertahan pada perubahan lingkungan yang ekstrem.
Langganan:
Postingan (Atom)


